MySchool




(0641) 23363

Jl.Perumnas No 45 PB Seulemak - Kota Langsa

triangle

KECANDUAN INTERNET MERUSAK KEHIDUPAN REMAJA

Ns. Agus Dwi Pranata,S.Kep

Dosen Departemen Keperawatan Jiwa,Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cut Nyak Dhien Langsa

agusdwipranata@gmail.com

 

Di Era milenial seperti saat ini masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi dari berbagai sumber melalui internet, internet pada umumnya digunakan untuk mengakses informasi yang terbaru, dari segi pekerjaan mempermudah pekerjaan dengan mengirimkan data atau file yang mendukung pekerjaan seseorang. Dapat ddibayangkan bila internet tidak dapat digunakan atau tidak ada di dunia, dipastikan masyarakat akan sangat minim informasi dan tidak mendapatkan informasi yang terbaru tentang kehidupan didunia yang secara dinamis terus berubah. Internet dapat digunakan oleh siapapun dari usia anak hingga usia lanjut. Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa transisi dari individu yang dikatakan belum dewasa namun tidak pula dikatakan anak- anak, menurut teori psikososial menyebutkan bahwa tugas perkembangan remaja yaitu: mencapai kemampuan dalam membina hubungan yang lebih dewasa denganteman sebaya dari kedua jenis kelamin, dapat memiliki kemampuan dalam melaksanakan peran social maskulin da feminism, dapat menerima peruabahna fisik dan menjaga tubuh secara efektif, mampu mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, mempersiapkan diri untuk pernikahan dan kehidupan berkeluarga, mempersiapkan diri untu berkarir dan berkembang, serta memperolehnilai dan system etika sebagai panduan dalam perilaku yang lebih postiif. Berdasrakan teori ini dapat diketauhi bahwa remaja memiliki peran yang sangat penting seperti mampu membina hubungan dengan ornag lebih dewasa, memiliki emosisonal yang baik, perilaku yang baik serta mempersiapkan diri untuk masa depan.

Undang- Undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 disebutkan bahwa kesehatan jiwa merupakan kondisi seseorang yang mampu berkembang secara universal sehingga mampu mengidentifikasi kemampuan diri sendiri, dapat mengatasi tekanan, mampu produktif dan kreatif serta mampu berkontribusi untuk masyarakat atau komunitasnya. Kehidupan remaja tidak dapat dipisahkan dengan kehadiran internet, masuknya internet ke Indonesia sangat diterima oleh seluruh kalangan masyarakat khususnya remaja. Hal ini tentunya merubah kehidupan remaja dimana remaja hanya saja tidak mampu menggunakan internet secara bijak belum lagi remaja tidak mampu memilah penggunaan internet yang lebih bermanfaat. Fenomena sekarang ini Penggunaan di Indonesia sangat memprihatinkan secara holistic sehingga remaja mengalami masalah Kecanduan internet (Internet addiction), kecanduan internet sendiri termasuk keasyikan, gejala penarikan diri, banyak membuang waktu dan gangguan fungsi atau efek nergatif dari penggunaan internet yang berlebihan. Kecanduan internet mungkin termasuk pemainan internet dan bentuk lain dari penggunaan internet yang adiktif seperti mengunduh berlebihan, penggunaan situs social media dan belanja online.

Hasil survey Asosiasi Penyelengara jasa Internet Indonesia (APJII) didapatkan bahwa pada tahun 2017 pengguna internet di Indonesia mencapai 143, 26 juta jiwa, angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Jumlah pengguna internet pada Tahun 2017 mencapai 54,68% dari total populasi di Indonesia. Berdasarkan jenis kelamin, pengguna internet di Indonesia 51,43%  laki- laki dan 48,57% perempuan. Berdasrkan Usia 16,68% berusia 13-18 dan 49,52% berusia 19-34.

Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang mengalami kecanduan internet yaitu: peningkatan pemakaian pada kegiatan yang berhubungan dengan internet;perasaan yang tidak menyenangkan seperti cemas, depresi dan empati saat internet sedang offline (mati); adanya peningkatan dampak toleransi untuk online; menolak untuk masalah perilaku.

Kecanduan Internet pada remaja dapat berdampak negatif bagi kejiwaan remaja, remaja menggunakan internet untuk mengakses social media serta memainkan game bersama teman sebaya namun penggunaan yang diluar batas dapat mengakibatkan remaja tidak memperdulikan kesehatan fisik dan mentalnya, hal ini tentunya merubah perilaku remaja seperti emosi yang tidak stabil, pola tidur yang berubah serta pemenuhan kebutuhan sehari- hari yang tidak sesuai. Kecanduan internet umumnya dianggap tidak menggangu bagi orang tua karena remaja dianggap memiliki aktifitas diluar rumah dan bergaul dengan teman- temannya, namun kenyataanya remaja memiliki perilaku yang maladaptif dari segi komunikasi seperti berkata- kata kotor ditempat umum merskipun dirasakan tidak menganggu namun untuk kesehatan jiwa dan fisik remaja hal ini pasti sangat merusak. Ada beberapa Akibat yang ditimbulkan dari internet addiction ini yaitu dari segi biologis remaja tidak memperhatikan kesehatan fisik dan kemampuan tubuh untuk memenuhi aktifitas  sehari – hari, dari segi sosial remaja tidak mampu bersaing dengan cara sehat terhadap sebuah permasalahan, remaja tidak dapat berkomunikasi dengan baik di lingkungan masyarakat. Remaja menganggap bahwa penyelesaian masalah dapat dilakukan dengan melakukan surfing di internet.

 

Ns. Agus Dwi Pranata, S.Kep

Facebook Komentar