MySchool




(0641) 23363

Jl.Perumnas No 45 PB Seulemak - Kota Langsa

triangle

Perawat Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan

Ns. Edy Mulyadi. M. Kep. RN. WOC(ET)N.CHTN

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cut Nyak Dhien Langsa-Aceh, Enterostomal Therapi Nursing

embollu_ns@yahoo.co.id

 

Perawat atau istilah kerennya sering disebut ners, atau suster dulunya, adalah profesi yang identik berpakaian seragam putih-putih dan selalu bersama pasien disetiap ruang rawat. Bahkan perawat selalu mengklaim dirinya sebagai salah satu profesi dalam tim kesehatan yang selama 24 jam berada bersama pasien.

Beberapa waktu yang lalu Negara Republik Indonesia telah mengakui perawat sebagai salah satu profesi dengan disahkannya Undang-Undang NO 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. Hal ini tidak secara langsung akan mengubah profesi perawat menjadi profesi yang lebih dihargai dan diakui. Banyak hal yang masih menjadi masalah besar seperti sistem penggajian, dimana gaji perawat masih  lebih rendah dari gaji buruh dan UMR atau UMP. Masalah lain yang tidak kalah menyedihkan adalah diskriminasi dalam tugas. Beberapa waktu yang lalu  10 perawat di pecat dari salah satu rumah sakit tanpa ada peringatan sebelumnya. Kasihan adalah bahasa yang layak kita sampaikan karena hak-haknya perawat masih dikebiri, dan ini hanya fenomena gunung es.

Bila dilihat dari sudut pandang tingkatan pendidikan, perawat telah memiliki tingkatan pendidikan yang terstruktur. Pertumbuhan sekolah-sekolah perawat juga semakin banyak baik berstatus negeri maupun swasta. Level pendidikan nya pun beragam. Pendidikan perawat yang diakui oleh undang-undang di mulai dari level diploma tiga yang dikenal sebagai perawat vokasi. Selanjutnya perawat juga telah memiliki pendidikan prefesi yaitu ners, magister keperawatan dan spesialis, serta pendidikan doktoral. Saat ini lulusan perawat di setiap level semakin bertambah, bahkan saat ini perawat telah memiliki 6 orang guru besar. Selain pendidikan formal,telah banyak juga pendidikan informal  yang diikuti perawat.

Pendidikan informal yang disediakan untuk perawat pun sangat beragam, seperti perawatan luka,perawatan stoma, perawatan kontinance, perawatan gawat darurat dan critikal care, hemodialisa, cardiologi, dan masih banyak yang lainnya. Sehingga banyak perawat akan memiliki nilai lebih untuk memberikan pelayanan kesehatan di instansi-instansi yang memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat bersama tim kesehatan lainnya.

Pemberian asuhan keperawatan yang berkualitas adalah tuntutan profesi yang tidak boleh dilacurkan dalam bentuk apa pun, karena masyarakat harus mendapatkan hak nya dengan sebaik-baiknya. Pendekatan pelayanan yang berpusat pada pasien atau patient center care dapat menjadi pilihan untuk memberikan nilai kepuasan pasien yang maksimal. Walaupun saat ini media massa masih memberitakan ketidakpuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama oleh perawat. Padahal bila mau jujur kondisi ini belum tentu dilakukan perawat,karena pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan oleh perawat, tapi juga oleh profesi lain.

Inilah realitas yang musti dihadapi perawat, gaji rendah, beban kerja berat. Belum lagi stigma perawat pembantu dokter masih dirasakan terutama di daerah-daerah. Jujur kita melihat banyak perawat yang harus bekerja tanpa arah karena sistem layanan yang tidak jelas baik prosedur operasional standar (POS) maupun kewenangan dalam bertugas. Salah satu contoh adalah perawat harus melakukan tindakan seperti menyuntik, memasang infus, dan tindakan infasif lainnya, yang notabenenya adalah tugas dokter. Ketidakjelasan pelimpahan kewenagan kadang harus dirasakan pahit oleh perawat bahkan harus berakhir di meja persidangan. Patient savety menjadi tuntutan dan peningkatan kualitas hidup pasien adalah tuntutan. Pemberian asuhan keperawatan berfokus pada semua tingkatan pertumbuhan dan perkembangan manusia, mulai dari nidasi (pembuahan) sampai lansia, baik yang sehat maupun yang sakit. Fokus layanan keperawatan juga dimulai dari individu, keluarga, dan komunitas.

Tidaklah salah bila kita harus mengakui perawat adalah pemberi pelayanan kesehatan di barisan terdepan, bukan sebagai lapis kedua setelah profesi lain. Setuju tidak setuju kenyataan ini yang musti kita lihat dari berbagai perspektif, sehingga para perawat akan merasakan keadilan yang hakiki sebagai sebuah profesi. Pelecehan profesi  adalah kensekuensi negatif yang akan merugikan perawat, karena harkat dan martabat merupakan fondasi penting dalam membangun identitas diri sebagai profesi.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia adalah organisasi profesi yang merupakan induk atau orang tua bagi perawat-perawat Indonesia. Penataan  organisasi profesi juga tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk memenuhi dan menyeimbangkan tuntutan para anggotanya. Ketidakberdayaan organisasi dalam melakukan negosiasi dengan legeslatif, exekutif, dan organisasi profesi lain, adalah kelemahan yang akan menghambat perkembangan profesi ke arah yang tidak baik.

Organisasi profesi harus memberikan manfaat kepada para anggotanya, dengan meyakinkan semua pihak bahwa perawat selalu berada di garda paling depan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah sakit, puskesmas, klinik atau lainnya merupakan sarana yang selalu menghadirkan perawat dalam pelayanan kesehatan untuk pemberian asuhan keperawatan. Tanpa perawat pelayanan kesehatan tidak menjadi lebih baik bahkan akan terjadi kekisruhan yang akan merugikan masyarakat. Contoh yang selama ini kita lihat saat perawat melakukan mogok di rumah sakit walau hanya berlangsung beberapa menit sudah menimbulkan efek yang tidak baik bagi pelayanan kesehatan. Tapi kegaiatan mogok  bukanlah  budaya  perawat, sehingga harapan kesejahteraan perawat tidak hanya menjadi dagelan atau sekedar bahasa indah yang selalu di janjikan.  

Tanggal 17 Maret merupakan hari jadi perawat Indonesia yang ke-42, dapat dijadikan  momentum oleh organisasi profesi untuk menjadikan perawat Indonesia sebagai profesi yang  lebih bermartabat dan dihargai oleh negara dan profesi lainnya. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah bergulir semenjak akhir Desember 2015, jangan sampai peluang dan kesempatan berubah menjadi petaka untuk anak bangsa terutama yang telah memilih menjadi perawat. Sesuai dengan temanya “ Keperawatan adalah sumber utama pembentukan system kesehatan yang handal menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”. 

Di usia yang ke-42 tahun sedah selayaknya perawat semakin mawas diri dan berkemas menambah kapasitas diri menjadi mitra profesi dalam memberi pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan menjadi keharusan demi kepuasan para pengguna jasa layanan. Tren masyarakat mencari pelayanan kesehatan ke negeri tetangga harusnya juga menjadi cemeti bagi para pegambil kebijakan di daerah untuk terus memperbaiki sarana prasarana, sumber daya manusianya, dan tentunya sistem yang lebih baik dan unggul. Diera keterbukaan ini sudah selayaknya saling introspeksi untuk saling memperbaiki dan mengakui keunggulan masing-masing profesi. Profesi perawat bukanlah profesi yang musti dikerdilkan atau dianggap lapis kedua oleh profesi lainnya bahkan oleh negara.

Satu hal lagi adalah perawat merupakan kaum mayoritas bukan minoritas, pastinya banyak kontribusi positif   yang dapat diberikan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia. Tidak sebaliknya menjadi profesi yang tertindas dari berbagai macam kebijakan dan aturan. Profesionalisme perawat adalah harga mati, untuk terus berkontribusi memberi arti bagi negara. Peningkatan kualitas pendidikan formal dan informal adalah keharusan dengan terus mengikuti  perkembangan keperawatan di dunia. Kesiapan perawat untuk terus maju dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan harus berdasarkan kepada perkembangan keilmuwan dengan evidance based yang telah teruji.

Akhirnya peran pemerintah untuk terus memperbaiki kebijakan dan sistem akan berdampak dan berpengaruh positif  bagi peningkatan mutu pelayanan kesehetan. Peran organisasi profesi untuk lebih bersinergi dengan anggota dan pemerintah, dapat menjadi penyemangat perawat dalam memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu, dan tentunya kehidupan perawat semakin sejahtera dan makmur.

Facebook Komentar